Touchdown Hong Kong

Today is my 2nd week I live in Hong Kong, and from this week onward (2nd September) I continue my study at Polytechnic University Hong Kong which is second best Tourism University based on research output (at least that’s what I heard and read), next after Cornell University – a so called legendary tourism university in the world.

One think I learned from my first 2 week in this bustling city is…

“Time is money”.

In my hometown, when we come late for appointment, we always will be excused. Just say “It’s traffic jam everywhere” or “My tires deflated”. But in Hong Kong, that kind of reasons will be irrational. They have a very punctual mode-of-transportation called MTR (Mass Transit Railway). And although we take bus or taxi, we will rarely got a traffic jam.. VERY RARE. So we will look very stupid if we use those kind of reasoning.

About SHTM Polyu…

SHTM (School of Hotel & Tourism) of Polyu has two doctoral degree program for tourism, which is DHTM and PhD. I take DHTM (Doctor of Hotel and Tourism Management) Program while Ms Hera, take the PhD program. According to the Head of Dept, we are the first Indonesian students who take those program. Both of us got a studentship program from polyu. While ms Hera offered studentship for research activity, I offered a studentship for teaching at Polyu Undergraduate program. And believe it or not, I taught 7 classes on my 2nd week in Hong Kong.

Challenging yet exciting!! Wish me luck…

Superhero Indonesia

Semua penggemar komik “the Avengers” – termasuk saya – pasti bergembira dengan hadirnya film layar lebar Avenger akhir bulan April ini. Karena itu, rencananya akhir bulan ini akan saya ajak keluarga saya untuk menonton film “the Avengers“. Tokoh-tokoh superhero pembela kebenaran seperti Hulk, Ironman, Thor, Captain America dan Black Widow menjadi daya tarik utama dari film ini. Para superhero yang seringkali beraksi seorang diri tersebut kini bergabung melawan tokoh jahat Loki. Dengan bekal ingatan masa kecil tentang komik Avengers, dua hari lalu saya ajak anak dan istri saya untuk menonton. Dialog unik terjadi ketika saya mengajak anak sulung saya, Davy untuk menonton Avengers.

Bagi saya dialog pada komik diatas selain membuat tawa juga memberikan renungan. Kita seringkali menyukai bahkan bangga pada tokoh-tokoh fiktif semacam para superhero yang merupakan produk ekspor, tanpa menyadari bahwa Indonesia juga memiliki banyak sekali superhero-superhero yang sebenarnya semacam Ibu Kartini. Hulk, Iron Man, Thor atau Captain America boleh saja bisa menyelamatkan ratusan atau ribuan orang dari kejahatan didalam film. Tapi ibu Kartini telah berjasa pada puluhan bahkan ratusan juta wanita Indonesia dengan memberikan kesempatan bagi mereka untuk meraih ilmu didunia nyata.

SELAMAT HARI KARTINI, INDONESIA

————————————————————————————————————–
Seperti biasa, comic strips ini dibuat menggunakan situs stripcreator.com. Mohon dicatat, karena keterbatasan karakter yang tersedia di situs stripcreator, karakter komik ini jelas tidak menggambarkan profil yang sebenarnya dari saya dan anak saya.😀

Tata Ruang Kampus UPI Bumi Siliwangi

Bulan ini saya mendapat kehormatan dengan bersedianya ibu Fitri Rahmafitria yang bersedia menjadi kontributor untuk blog saya ini. Posisi beliau sebagai ketua Prodi Manajemen Resort & Leisure yang memiliki kesibukan tinggi menjadi nilai tambah dari tulisan ini karena sebetulnya sangat sulit mendapatkan waktu luang beliau apalagi hanya untuk sekedar berbagi pengalaman melalui blog sederhana saya ini. Melalui tulisan beliau ini, mudah-mudahan anda bisa mendapatkan tambahan wawasan seperti halnya saya ketika membacanya.

—————————————————————————————————————————-

Tata Ruang Kampus UPI Bumi Siliwangi

Oleh : Fitri Rahmafitria

Sering sekali kita mengahadapi suatu waktu dimana pekerjaan dan kegiatan kita begitu menyita waktu, sehingga kita merasa waktu 24 jam dalam satu hari terasa kurang.  Bahkan akhir pekan pun yang seharusnya sebagai waktu untuk beristirahat, sering kita gunakan untuk menyelesaikan  pekerjaan kita.  Dalam konsep time budget (manajemen waktu) yang dikemukakan oleh Gold (1980),  disebutkan bahwa dalam 1 hari terdapat 3 penggunaan waktu yaitu 1) Subsistance time , waktu yang digunkan untuk melakukan kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, tidur, mandi. 2) Existance Time, yaitu waktu untuk melakukan kegiatan pekerjaan yang berhubungan dengan profesi kita, seperti bekerja atau belajar, dan 3) Leisure Time, yaitu waktu yang digunakan untuk  melakukan kegiatan diluar existance dan subsistance activity.  Secara teori dalam satu hari terdapat waktu yang disebut dengan waktu luang, yaitu waktu untuk melakukan kegiatan rekreasi.

                Kegiatan rekreasi sesungguhnya tidak melulu harus dilakukan pada tempat-tempat khusus seperti taman rekreasi atau kawasan wisata.  Disela-sela pekerjaan , semestinya kita dapat melakukan rekreasi.  Pada dasarnya rekreasi adalah aktivitas yang dapat mengembalikan kesegaran pikiran (refresh), setelah melakukan pekerjaan.  Membaca majalah, menonton televisi, mendengarkan musik atau sekedar bercengkrama dengan teman sudah termasuk kegiatan rekreasi.  Karena tujuan melakukan rekreasi adalah memperoleh kesegaran fikiran, maka rekreasi menjadi penting dilakukan, agar kualitas pekerjaan juga menjadi lebih baik.  Selain memerlukan waktu luang, rekreasi juga memerlukan tempat (space) untuk beraktivitas.  Tempat untuk melakukan kegiatan di waktu luang perlu disediakan disela-sela kesibukan kita di pekerjaan agar tidak terjadi konflik ruang akibat fungsi yang berbeda. Hasil studi kami terhadap mahasiswa FPIPS UPI menunjukkan bahwa 25 % dari total waktu luang dalam satu minggu, dihabiskan disekitar kampus, karena merupakan waktu disela kegiatan  belajar mengajar. Sehingga dalam penataan ruang, pertimbangan mengenai distribusi dan lama waktu luang harus dipertimbangkan.

                Khusus untuk lingkungan kampus kita, dengan pengguna terbesar adalah mahasiswa, pertimbangan time budget dalam menentukan penataan ruang kampus menjadi sangat penting.  Disela-sela kegiatan perkuliahan mereka, terdapat beberapa kategori waktu luang yang berbeda.  Jika diidentifikasi terdapat 3 jenis waktu luang disela kegiatan perkuliahan mereka, yaitu waktu luang yang pendek (1-2 jam), waktu luang  antara 2-4 jam dan  waktu luang yang panjang (>4 jam).   Kegiatan yang mereka lakukan dalam waktu luangnya ini bervariasi, ada yang berdiskusi, membaca, bercengkrama dengan teman, makan minum dan sebagainya.  Tempat untuk melakukan aktivitas waktu luang ini juga tidak bisa dipungkiri akan mereka lakukan disekitar gedung fakultas mereka, terutama untuk waktu luang yang pendek.  Sehingga jika fakultas tidak menyediakan tempat untuk aktivitas waktu luang mereka, maka  kegiatan ini akan dilakukan ditempat yang bukan semestinya seperti di lobby, entrance acess dan disekitar tangga yang tentunya sangat mengganggu ketertiban dan estetika lingkungan.

                Jika kita identifikasi gambaran panggunaan ruang untuk aktivitas waktu luang mahassiswa berdasarkan sebaran dan lamanya, terdiri dari 3 zona, yaitu :

 1. Zona waktu luang pendek.  Zona ini biasanya berada disekitar gedung fakultas.  Aktivitas waktu luangnya terdiri dari bersantai, makan dan minum.  Karena waktu luang yang pendek biasanya adalah waktu luang diantara mata kuliah, sehingga mahasiswa akan melakukannya disekitar fakultas.  Dari pengamatan ini maka fasilitas untuk makan minum dan bersantai perlu disediakan agar tidak dilakukan pada tempat yang bukan semestinya. Selain itu fasilitas untuk subsistance time seperti makan, minum, beribadah wajib disediakan disetiap fakultas.

 2. Zona waktu luang sedang. Zona ini berada disekitar kampus UPI Bumi Siliwangi.  Karena waktu luangnya berkisar antara 2 sampai 4 jam, maka mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan aktivitas yang berada diluar gedung fakultasnya.  Beberapa tempat yang digunakan mahasiswa untuk kegiatan waktu luang sedang ini adalah mengunjungi perpustakaan dan warnet, PKM, taman Isola, dan masjid Al Furqon serta beberapa kantin diluar gedung fakultasnya.

3.  Zona waktu luang panjang.  Yaitu zona tempat mahasiswa memanfaatkan waktu luang yang lebih dari 4 jam.  Biasanya waktu luang panjang ini adalah waktu luang mingguan, yang mereka manfaatkan untuk kegiatan olah raga atau kegiatan kemahasiswaan.  Pilihan lokasinya adalah areal olah raga di sekitar gymnasium, plaza gedung Parter, mesjid Al Furqon dan PKM.

Pembagian zona ini menunjukkan bahwa kampus UPI Bumi Siliwangi telah memiliki ruang-ruang dengan aktivitas waktu luang yang berbeda.  Bahkan untuk aktivitas waktu luang mingguan, kampus UPI telah memiliki fasilitas olah raga yang cukup lengkap. Namun aspek yang perlu diperbaiki adalah ketersediaan ruang untuk aktivitas waktu luang yang pendek, yaitu ruang rekreasi disekitar fakultas.  Saat ini masih banyak ditemui aktivitas mahasiswa yang dilakukan ditempat yang bukan semestinya, seperti bersantai atau mengerjakan tugas di areal entrance acess atau duduk-duduk di tangga.  Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi mahasiswa perlu dioptimalkan disekitar gedung fakultas, karena selain berfungsi sebagai ruang rekreasi dan sosialisasi mahasiswa juga dapat berfungsi sebagai penambah nilai estetika lingkungan.  Selain itu juga berfungsi sebagai buffer zone yang membantu serapan air tanah, mensuplai O2, serta habitat satwa liar seperti burung dan beberapa mamalia.  Optimalisasi ruang terbuka hijau di kampus dapat meningkatkan kualitas visual dan lingkungan kampus, sekaligus mengurangi kekakuan lingkungan yang ditimbulkan oleh dominasi bangunan berstruktur masif.

Dari hasil studi ini, jelas bahwa setiap aktivitas manusia akan membutuhkan waktu dan ruang yang berbeda. Aktifitas rekreasi akan dilakukan pada waktu luang, dengan ruang  khusus yang dapat me-refresh pikiran dan raga.  Pengaturan ruang dibutuhkan agar setiap kegiatan dapat dilakukan pada tempat yang sesuai sehingga tidak terjadi konflik ruang yang dapat mengurangi kenyamanan dan keindahan lingkungan.   Melalui tulisan ini diharapkan pengembangan kampus akan mempertimbangkan aspek pengguna dan fungsi ruang, karena desain  yang   berhasil  adalah  desain  yang  nyaman  digunakan

oleh   penggunanya,  memiliki   nilai   estetika  dan   kuat   secarafungsi :  form must follow function

Akun Anonim, Mafia Politik dan Media

Pada awal tahun 2011 lalu, Indonesia sempat digegerkan dengan munculnya akun-akun twitter anonim yang dengan gigih menyerang pemerintahan SBY-Boediono. Sebut saja akun semacam @benny_israel, @gurita_gLoba atau @triomacan2000. Kicauan-kicauan para akun anonim tersebut konon sempat meresahkan pejabat pemerintah sampai-sampai terdengar isu bahwa akun-akun tersebut akan diawasi.

Walaupun tulisan-tulisannya cenderung bertendensi menyerang pemerintahan SBY, membaca kicauan-kicauan mereka di twitter sebetulnya dapat memberikan sudut pandang lain tentang intelijen dan dunia perpolitikan di Indonesia.Heboh akun anonim tersebut bertambah dengan munculnya satu akun anonim @lawanmafia di pertengahan tahun 2011.

Akun ini mendapat perhatian saya karena berbeda dengan akun-akun anonim lain yang terkesan memojokan pemerintahan SBY, @lawanmafia justru cenderung menyerang politisi (dan partai politik) lain di luar presiden, walaupun terkadang akun anonim ini juga menyentil pemerintahan SBY. Gaya bahasanya yang lugas, to the point dan cerdas mencerminkan jikalau si empunya akun adalah seseorang yang berwawasan. Bagi saya, membaca penuturan @lawanmafia di twitter seperti halnya kita membaca berita-berita investigatif yang sering kita baca di majalah-majalah semacam Tempo atau Gatra.

Salah satu “kicauan” yang menjadi perhatian saya adalah ketika @lawanmafia membahas tentang Mafia Politik di Indonesia. Menurut dia, sebenar-benarnya mafia bukanlah Preman-preman yang ditakuti di Jakarta semacam Hercules atau John Kei. Menurut @lawanmafia, Mafia yang sebenarnya-benarnya adalah mereka-mereka yang memiliki akses pada pengambilan kebijakan (baca: politik) dan akses pada informasi (baca : media).

Dengan kriteria tersebut, maka pihak-pihak yang menurut @lawanmafia bisa dikategorikan sebagai mafia politik itu diantaranya adalah ARB (Abu Rizal Bakrie) dengan TV One & ANTV-nya, SP (Surya Paloh) dan HT (Harry Tanoe) dengan Metro TV & MNC Groupnya serta HR (Hatta Rajasa) yang menggandeng CT (Chairul Tanjung) dengan Trans Corp-nya.

Tokoh-tokoh tersebut – menurut pandangan @lawanmafia – sangatlah berbahaya karena selain mengarahkan kebijakan melalui partai politik yang mereka pimpin, juga bisa mengarahkan opini masyarakat melalui media-media yang mereka kuasai.

Terlepas benar tidaknya berita tersebut, saya sepakat dengan akun @lawanmafia bahwa perkawinan antara media dan partai politik tidak akan pernah baik. Karena media sejatinya merupakan fungsi kontrol terhadap pemerintah yang sebenar-benarnya.

Sidney Sheldon, pengarang novel ternama asal Amerika pernah menulis bahwa ada dua orang yang paling berpengaruh di dunia ini. Yang pertama adalah Presiden Amerika Serikat dan yang kedua adalah Penguasa Media. Ucapan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan betapa kuatnya peran pemilik media hingga bisa disejajarkan dengan presiden adikuasa semacam Amerika.

“Perkawinan” antara pengambil kebijakan dan  media dapat menciptakan kekuasaan yang mendekati absolut. Dan kita tahu, bahwa absolute power, corrupt absolutely. Masih terekam dalam memori saya ketika ditahun 80 – 90an dimana informasi dikuasai oleh pemerintah melalui TVRI dan RRI. Yang kita dengar hanyalah keberhasilan-keberhasilan kita menjadi macan Asia, tanpa kita sadari kebobrokan didalamnya, dan kita semua mengetahui akhir ceritanya.

Begitu mudahnya kita diperdaya oleh para penyiar-penyiar bermuka manis ketika memberitakan berita sesuatu yang BELUM TENTU BENAR. Begitu mudah juga kita mengambil kesimpulan yang salah dengan membaca sepenggal running text di TV.

Saya bahkan tidak bisa menyembunyikan keterkejutan saya ketika seorang  Jimly Asshiddiqie – mantan Ketua Hakim Konstitusi yang dikenal cerdas – menyentil Denny Indrayana (Wamenkunham) karena kejadian yang menimpanya beberapa waktu lalu. Ketika memberikan Kuliah Umum di UPI Bandung beberapa waktu lalu, Jimly mengingatkan para peserta kuliah umum agar tidak meniru sikap Denny yang menjadi arogan ketika berkuasa dan menjabat dengan menampar sipir penjara.

Sebagai sesama akademisi yang terbiasa berbicara berdasarkan fakta dan data, pernyataan beliau membuat kening saya berkerut. Apakah ybs belum membaca secara utuh berita “penamparan” tersebut? Ataukah beliau telah menjadi korban pemberitaan dari media-media mainstream? Perhatikan saja judul-judul berita yang dibuat dimedia-media mainstream tersebut seperti “Arogansi Denny” atau  “Wamenkumham Menampar Sipir Penjara?”

Andai saja beliau rajin dan cermat melakukan investigasi berita di media-media non-mainstream, niscaya ybs akan mendapatkan sudut pandang lain jikalau yang melakukan tindakan kekerasan adalah ajudan dari Wamenkunham tanpa seijin dari Denny.

Poin yang bisa diambil dari kejadian tersebut adalah betapa kuatnya peran media massa dalam menciptakan opini masyarakat. Tidak hanya kalangan masyarakat bawah, namun juga dikalangan intelektual seperti Jimly Asshiddiqie. Betapa berbahayanya ketika suatu pihak yang memiliki kekuasaan dalam menentukan kebijakan, juga memiliki kekuatan dalam mengarahkan opini masyarakat luas.

Dititik ini, saluran-saluran informasi independen baik melalui jejaring sosial maupun blog menjadi sangat penting sebagai berita penyeimbang untuk media-media maisnstream. Semua berita tidak dapat dipercaya begitu saja, termasuk juga berita-berita yang berasal dari akun anonim @lawanmafia bahkan juga berita dalam blog saya ini. Kunci utama bagi anda sebagai pembaca adalah investigasi ulang dan verifikasi.

Comic Strip | Interupsi Pimpinan…

Sidang paripurna DPR RI yang membahas mengenai kenaikan harga BBM tanggal 30 Maret lalu rupanya menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Ulah para anggota DPR selama sidang pun terekam melalui layar kaca. Termasuk hujan interupsi selama sidang yang kemudian menjadi Trending Topic di twitter.

Hastag #interupsipimpinan pun digunakan menjadi lelucon oleh para tweps untuk “menyentil” kelakuan para anggota dewan, seperti terlihat pada kicauan-kicauan pengguna twitter berikut

Anggota: pimpinan interupsi pimpinan. Pimpinan: ya silahkan. Anggota:goyang dulu pimpinan.. Serius mulu akh #eaaaaa

Interupsi Pimpinan…saya izin ke toilet duyuu yaaaa…;;)) kedipkedipkedip #sidangParipurna

Interupsi pimpinan. Telpon ga pernah, sms ga pernah. Kamu maunya apa?!?

Interupsi pimpinan! | Iya, silahkan disampaikan | Pimpinan saya mau tanya. Bapak kamu… *dijumroh sepatu segedung DPR

Pimpinan? | …….. | Interupsi pimpinan! | Ya, silahkan! | Begini pimpinan, kita walkout sambil bergandengan tangan penuh kemesraan yuk!?!

Nah, mumpung saya baru saja mendapatkan situs pembuatan comicstrip dari seorang kawan di stripcreator.com, saya jadi ingin mencoba membuat comic strip salah satu kicauan dari seorang tweps. Silahkan dilihat…

Memaknai Plagiarisme

Ketika tiga orang calon guru besar upi dituduh melakukan plagiat, beragam reaksi bermunculan. Mulai dari  mereka yang berempati hingga mereka yang menghujat. Sebagian mencoba memahami masalah secara  utuh, sebagian lagi hanya melihat secara parsial.

Mereka yang memahami secara parsial umumnya dikarenakan tidak mengetahui makna plagiarisme yang sebenarnya, sehingga oleh sebagian orang dipahami secara sangat sederhana, misalnya dengan mengutip dari wikipedia [1] :

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Hanya dengan bermodalkan wikipedia, yang pertama muncul di benak kita ketika seseorang dituduh plagiat maka secara de facto yang bersangkutan telah melakukan penjiplakan dan pengambilan karangan orang lain dan mengakuinya sebagai pendapat mereka sendiri. Titik

Sedikit ruang bagi para tertuduh plagiat untuk mendapatkan empati agar dipahami masalahnya secara utuh. Termasuk hukuman yang “pantas” . Namun, apakah pengertian plagiarisme itu sesederhana seperti yang tertulis dalam wikipedia?

Dengan mengutip beberapa literatur, Sudigdo mengklasifikasikan plagiarisme dalam empat jenis. Pertama, plagiarisme berdasarkan aspek yang dicuri, terdiri dari: plagiarisme ide; plagiarisme isi (data penelitian); plagiarisme kata, kalimat, paragraf; dan plagiarisme total. Sementara itu, Biggs (2003:129) mengungkapkan bahwa level plagiarisme dapat dibagi menjadi empat tingkatan

  1. Repetition; menyalin dari sumber yang tidak diberitahukan. Umumnya isi materi tidak dapat dipertanggung jawabkan dan struktur tulisan sama dengan sumber.
  2. Patching; menyalin dan menghubungkan  beberapa kalimat dari berbagai macam sumber dengan kata penghubung. Sumber tulisan secara umum dicantumkan walaupun tidak secara spesifik. Struktur tulisan yang buruk namun lebih sulit diidentifikasi dari pada repetition.
  3. Plagiphrasing; parafrase beberapa sumber dan menggabungkannya. Seluruh sumber berada dalam daftar referensi, tapi halaman tidak dicantumkan. Penulisan yang masih multistruktural dan secara teknis tetap tidak bisa diterima.
  4. Conventional Academic Writing; ide tulisan diambil dari beragam sumber dan dikemas ulang untuk membedakan dari sumber tulisan. Kutipan telah sesuai dengan kaidah penulisan referensi, sumber-sumber tulisan diketahui. Namun walaupun pengemasan tulisan berbeda, tapi orisinalitas ide tetap dapat diperdebatkan.

Umumnya para penuduh plagiat – terlepas mengerti atau tidak – akan menuduh tertuduh sebagai plagiator repetition. Menyalin tulisan tanpa menyebutkan sumber, seperti yang dilakukan sebagian orang terhadap para calon guru besar yang menjadi tertuduh plagiat tersebut. Padahal dengan berlandaskan kategori yang dikemukakan oleh Biggs diatas, ada kemungkinan kita – mahasiswa dan dosen -pun adalah plagiator di level yang lain.

Sejujurnya, saya sering membuat tulisan yang idenya muncul dari rangkuman beragam bacaan dan pengalaman yang saya dapatkan semasa hidup. Terkadang ide tulisan muncul seperti kaleidoskop dari endapan pengalaman, dan tulisan-tulisan yang pernah saya baca belasan tahun lalu. Tentu saja sumber dan penulis tulisan-tulisan tersebut sudah hilang entah kemana.

Artinya jikalau kemudian saya membuat tulisan – yang salah satu sumber idenya adalah ingatan dari bacaan belasan tahun yang lalu – maka dalam kategori Biggs saya setidaknya adalah plagiator Plagiphrasing atau plagiator tipe Conventional Academic Writing. Tentu saja tidak ada niatan untuk melakukan plagiasi pada saat saya menulis tulisan teresebut. Inamal A’malu binniyat. Segala amalan tergantung pada niatnya, begitu menurut hadis.

Dan jika kita mencermati klarifikasi dari seorang calon guru besar tertuduh plagiat tersebut di koran Pikiran Rakyat beberapa waktu lalu, bolehlah kita mengambil kesimpulan bahwa tidak ada niatan dari yang bersangkutan untuk melakukan plagiat. Apakah ybs bersalah? Tentu saja. Beliau bersalah karena tidak cermat dalam menulis (menterjemahkan) dan merugikan hak  orang lain (Penulis sumber). Titik. Tapi bagi saya, alih-alih mencerca dan menghujat para tertuduh plagiat, insiden plagiat oleh para calon guru besar tersebut hendaknya menjadi refleksi bagi kita untuk memahami makna plagiat dengan lebih baik. Bukan tidak mungkin kita sebenarnya adalah plagiator-plagiator pada level yang lain berdasarkan kriteria yang diungkap oleh Gibbs. Kita harus ingat, ketika kita menunjuk jari pada seseorang, ada empat jari lain yang menunjuk pada kita.

Sumber Referensi :

http://aceh.tribunnews.com/2012/02/25/menyekolahkan-plagiarisme

Biggs

Death by Powerpoint? Use Prezi…

Anda bosan dengan tampilan presentasi anda dengan powerpoint? Bila jawaban anda “IYA”, anda dapat mencoba menggunakan alternatif lain dalam menciptakan presentasi yang menarik. PREZI

Prezi is a cloud-based (SaaS) presentation software and storytelling tool for exploring and sharing ideas on a virtual canvas.

Menurut Wikipedia, yang membedakan Prezi dengan program presentasi lain semacam Powerpoint atau Keynotes adalah Zooming User Interface -nya, yang memungkinkan pengguna untuk melakukan zoom-in dan zoom-out pada media presentasi mereka. Prezi digunakan sebagai platform untuk menghubungkan informasi linear dan non-linear, dan juga sebagai alat baik sebagai media brainstorming maupun presentasi terstruktur. Teks, gambar, video maupun presentasi lain ditempatkan pada kanvas virtual yang dapat dikelompokan pada bingkai yang sama. Pengguna prezi kemudian dapat menentukan ukuran dan posisi relatif antara semua obyek presentasi dan dapat menciptakan efek zoom pada obyek-obyek tersebut.

Prezi pertama kali dikembangkan oleh arsitektur asal Hungaria Adam Somlai-Fischer. Misi dari Prezi adalah “make sharing ideas more interesting”, dan dimaksudkan menjadi alat yang intuitif untuk mengembangkan dan berbagi ide dalam bentuk narasi visual.

Namun apakah setiap pengguna Prezi akan selalu menghasilkan presentasi yang menakjubkan?

Tidak juga….

Penulis PresentationZen, Garr Reynolds mengatakan bahwa dia tidak pernah sekalipun melihat presentasi yang baik dengan menggunakan Prezi.  Seperti yang diungkap oleh Carmine Gallo – penulis buku “The presentation Secrets of Steve Jobs – pada akhirnya yang menciptakan presentasi yang hebat adalah kemampuan bercerita, menyampaikan pengalaman dan berlatih.

Bagaimanapun, Prezi dapat menjadi alternatif yang menyegarkan ditengah mudahnya kita membuat presentasi yang membosankan dengan powerpoint. Berikut ini adalah contoh apa dan bagaimana membuat presentasi dengan menggunakan prezi.