Library.nu

Sudah lebih dari dua tahun yang lalu ketika pertama kali saya mengakses situs library.nu. Selama itu pula kebutuhan informasi akademik dalam bidang yang saya tekuni relatif terpenuhi. Lebih dari 350 buku elektronik saya miliki hasil dari dua tahun aktif mengunduh di situs tersebut dan sepertinya akan kesulitan untuk bertambah. Kebanyakan koleksi ebook tersebut merupakan buku di bidang yang saya tekuni, pariwisata dan manajemen pemasaran. Library.nu memang fenomenal. Memiliki koleksi antara 400.000 hingga satu juta judul buku, library.nu konon diakses oleh puluhan ribu orang dengan beragam latar belakang. Para pengakses situs library.nu adalah para ilmuwan, cendekiawan, peneliti, dosen, guru, mahasiswa dan lainnya yang tergabung dalam satu segmen yang sama. Segmen para pencari ilmu, mereka yang educate yourself & become scholars and thinkers. Alhasil situs tersebut menjadi surga bagi segmen tersebut.

Namun Sejak tanggal 21 Februari lalu, situs library.nu sudah tidak dapat diakses. Konon penutupan situs tersebut akibat dari undang-undang SOPA/PIPA yang diusulkan oleh gabungan para penerbit di seluruh dunia dalam upayanya memberantas pembajakan buku. Walaupun penutupan situs tersebut menimbulkan pro kontra dikalangan para akademisi di seluruh dunia, secara pribadi saya sendiri merasa tidak ada yang salah dengan langkah yang dilakukan oleh para penerbit tersebut. Adalah hak penulis untuk menjaga hak intelektualnya.

Menjadi salah ketika penutupan situs tersebut berati menutup pintu informasi dan ilmu bagi mereka yang membutuhkannya. Bagi saya pribadi, penutupan situs tersebut berakibat langsung pada terhentinya pasokan buku-buku sumber berkualitas dalam elibrary saya. Buku-buku teks yang mungkin tidak akan pernah kita lihat beredar di Indonesia. Walaupun kemudian di terbitkan di Indonesia pastilah dengan harga yang sangat mahal, yang bahkan institusi pendidikan pun akan berpikir dua kali untuk membelinya. Strategi yang dilakukan oleh para publisher dunia tersebut memang banyak dipertanyakan. Seperti yang diungkap oleh Christopher M. Kelty, Associate Professor of Information Studies and Anthropology dari University of California,

Rather than provide our work at cheap enough prices that anyone in the world might purchase, they have taken the opposite route – making the prices higher and higher until only very rich institutions can afford them. Scholarly publishers have made the trade-off between offering a very low price to a very large market or a very high price to a very small market.

Alih-alih menjual murah pada sebanyak mungkin pembeli, para penerbit lebih suka menjual sedikit dengan harga yang mahal yang membuat orang-orang seperti saya harus berpikir berkali-kali sebelum membeli buku tersebut.

Penutupan situs library.nu bagi sebagian orang dapat diartikan sebagai kemenangan hak cipta terhadap pembajakan, namun bagi sebagian lain – dengan jumlah yang mungkin lebih besar – penutupan situs tersebut berarti menutup pembelajaran (Shuting down learning).Seorang kawan yang juga seorang akademisi dari UNJ berkata, “Seperti pepatah, mati satu tumbuh seribu, ditutupnya library.nu hanya akan memunculkan situs-situs sejenis lain”. Sungguh, saya sangat berharap hal tersebut benar-benar terjadi. Setelah Dikti pada januari lalu tidak lagi melanjutkan akses Jurnal bidang Pariwisata di situs EBSCO, penutupan library.nu merupakan petaka bagi para akademisi Pariwisata (dan akademisi lainnya).

Oleh karenanya, sambil menunggu situs-situs sejenis library.nu muncul kembali, untuk sementara kita bisa berharap ke beberapa situs sejenis, yang walaupun tidak selengkap situs library.nu namun cukup dapat memuaskan dahaga ilmu kita. Berikut beberapa situs sejenis yang hingga saat ini tetap aktif

http://Avaxhome.ws

http://en.bookfi.org/

http://ebookee.org

http://gudang-amazon.co.cc (situs membeli buku-buku versi kindle dengan harga hanya 30%)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s