Teknik Menyusun Skripsi | Memahami Struktur Skripsi

Mulai bulan Februari ini, saya akan posting berkala perihal cara menyusun skripsi yang baik. Sebagai bagian dari Civitas Akademik UPI Bandung, maka cara penyusunan skripsi pun akan disesuaikan dengan kriteria penyusunan skripsi yang disyaratkan oleh UPI dengan berdasar pada “Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah UPI tahun 2011”. Walaupun begitu, setelah membandingkan dengan berbagai sumber-sumber buku metode penelitian, saya cukup yakin bahwa tidak ada perbedaan mendasar dan signifikan antara Pedoman penulisan karya tulis di UPI dengan Metoda Penelitian dan penulisan karya ilmiah di Universitasi lain, apapun bidang ilmunya. Semoga bisa membantu rekan-rekan mahasiswa yang sedang mempersiapkan skripsinya.

——————————————————————————————————–

Skripsi merupakan salah satu persyaratan akademik yang paling sulit yang harus ditempuh oleh mahasiswa S1 dalam masa studinya. Bagi mahasiswa, selain syarat kelulusan, skripsi dapat juga dipandang sebagai proses menjembatani kondisi real dilapangan dengan konsep dan keilmuan yang dipelajarinya semasa kuliah.

Mayoritas perguruan tinggi di Indonesia mensyaratkan penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan program sarjana. Juga diketahui bahwa skripsi umumnya dibagi dan disusun menjadi lima bab. Namun nampaknya tidak banyak yang memahami (atau mencoba memahami) mengapa penulisan skripsi dibagi dan disusun seperti itu.

Sebenarnya, dengan memahami secara utuh maksud dari pembagian dan penyusunan skripsi tersebut, mahasiswa akan lebih mudah mengerjakan skripsi karena maksud dari pembagian bab-bab tersebut pun ditujukan untuk mempermudah mahasiswa untuk melakukan penelitian.

Tidak hanya bagi mahasiswa, pembagian bab tersebut juga akan memudahkan pembimbing, penguji dan juga pembaca untuk mendapatkan benang merah penelitian melalui rangkaian bab tersebut.

Bab I, menggambarkan ketertarikan peneliti dan urgensitas mengapa penelitian tersebut dilakukan, sehingga para pembaca dapat memahami mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan dan apa yang terjadi bila permasalahan yang terjadi di lapangan di biarkan. Dalam penelitian kuantitatif, permasalahan tersebut kemudian dirangkum dalam pertanyaan penelitian yang juga menggambarkan variabel penelitian dan hubungan antar variabel. Sementara dalam penelitian kualitatif, pertanyaan penelitian disusun setelah terlebih dahulu mengetahui fokus dan sub fokus dari penelitian, kemudian mengaitkan setiap faktor yang dipilih dengan fokus penelitian (Sangadji & Sopiah, 2010:86).

Bab II, menjelaskan mengenai konsep-konsep dan teori terkait bidang yang dikaji termasuk penelitian terdahulu yang relevan dengan bidang yang diteliti. Bila penelitian tersebut terkait dua variabel serta hubungan antar keduanya, maka berfokuslah pada hal tersebut. Hindari memasukan konsep teori yang tidak ada hubungan dengan penelitian, karena selain tidak memiliki fungsi apapun dalam penelitian, juga memperlihatkan ketidakmampuan peneliti dalam melakukan telaah pustaka yang baik.

Pada Bab III, dijelaskan bagaimana variabel-variabel yang digunakan akan diteliti. Mulai dari populasi, sampel hingga teknik analisis yang digunakan untuk menelaah variabel-variabel tersebut, sekaligus justifikasi pemilihan metoda penelitian.

Bab IV, dimana hasil penelitian dan pembahasan dipaparkan. Pembahasan haruslah merupakan refleksi terhadap teori yang dikembangkan oleh peneliti atau peneliti sebelumnya2. Struktur pembahasan dapat dibagi berdasarkan pertanyaan penelitian/rumusan masalah yang telah disusun pada bab I.

Bab V,  menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian dengan berfokus untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Secara ringkas, benang merah penelitian dapat terlihat seperti ini. Bab I adalah proses dimana peneliti mengemukakan fakta dan data yang menunjukkan permasalahan. Permasalahan tersebut kemudian dirangkum kedalam pertanyaan penelitian atau rumusan masalah. Bab II adalah bagaimana peneliti menyusun kerangka teoritis (pemikiran) , yang seluruhnya relevan dan berhubungan dengan pertanyaan penelitian (Bab I). Bab III adalah metoda yang dipilih oleh peneliti dalam menelaah permasalahan (Bab I) dengan perspektif teori yang terkait (Bab II). Bab IV merupakan pembahasan penelitian sebagai upaya menjawab pertanyaan penelitian (Bab I) dengan merefleksi pada teori yang digunakan (Bab II) serta menggunakan metode yang tepat (Bab III). Bab V merupakan kesimpulan dari hasil analisa (Bab IV) serta rekomendasi untuk pemecahan masalah.

Dengan memahami struktur skripsi seperti diatas, saya yakin akan lebih mudah bagi mahasiswa dalam menyusun penelitian untuk skripsinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s