Even angels Ask….

Ingatlah, ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di Muka Bumi.” Malaikat berkata, “Mengapa Engkau hendak menjadikan (Khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau?” Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Q.S. 2:30)

Even Angels Ask” merupakan judul buku karya seorang Mualaf asal Amerika yang juga seorang Professor Matematika asal Amerika bernama Jeffrey Lang. Judul buku tersebut didapat melalui sebuah kontemplasi panjang Jeffrey untuk mencoba memahami Q.S 2:30 diatas. Menurut Jeffrey, tanggapan dari malaikat mengagumkan sekaligus menggelisahkan. Mengapa Tuhan menciptakan manusia dan menempatkan di muka bumi manusia yang dalam dirinya mempunyai sifat korup dan suka melakukan kejahatan yang mengerikan? Mengapa juga Tuhan menciptakan makhluk yang akan menjadi penyebab dan penerima penderitaan yang besar?

Saat ini banyak bencana yang terjadi karena kelalaian manusia itu sendiri. Lihatlah Chernobyl di Ukraina, kota hantu akibat meledaknya pembangkit listrik nuklir. Lihat juga akibat ulah manusia di The Berkeley Pit Montana, Amerika Serikat. Sebuah lokasi penambangan tembaga yang danaunya diisi lebih dari 40 milyar galon air asam dan logam berat menyebabkan burung yang melewati daerah tersebut mati. Atau bencana versi lokal semacam lumpur lapindo yang menyengsarakan ribuan rakyat di Sidoarjo.

Kita merupakan saksi hidup betapa rusak dan korupnya manusia. Yang menarik perhatian Jeffrey bukanlah fakta bahwa manusia itu korup dan perusak. Yang menarik perhatian prodesor matematika itu adalah respon Malaikat yang mempertanyakan hal tersebut jauh sebelum manusia sendiri diturunkan ke muka bumi. Mereka sudah mengetahui banyaknya kerusakan yang akan diperbuat manusia sebelum Adam diciptakan.

Ketika Allah menjawab “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (Q.S, 2:30), banyak sarjana barat yang berkomentar bahwa jawaban tersebut hanyalah sekedar menolak pertanyaan para malaikat.

Namun bagi Jeffrey, hal tersebut baru jawaban awal dari Allah untuk menunjukkan kedangkalan pengetahuan Malaikat dibanding dengan ilmu-Nya. Ayat berikutnya justru memperlihatkan keunggulan manusia sebagai Khalifah. Manusia memiliki akal yang membuatnya bisa belajar dan memperoleh ilmu (Q.S, 2:31). Kemampuan manusia untuk diajar dan belajar itulah inti dari jawaban-Nya.

Karenanya, manusia yang tidak pernah belajar memahami kehidupan dan belajar dari pengalaman, hanya akan menjadi manusia korup dan perusak seperti yang dikhawatirkan oleh malaikat. Dengan menjadi manusia pembelajarlah kita memiliki derajat yang lebih tinggi dari pada malaikat, tanpa belajar, ilmu dan amal, kita hanya akan menjadi manusia korup dan perusak yang tidak lebih baik dari pada setan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s