Sarjana Google

Akhir tahun 90-an, ketika akses internet belum semudah dan secepat sekarang, mengerjakan tugas apalagi makalah puluhan halaman merupakan ujian fisik dan mental yang luar biasa.

Ujian mental karena kita sebagai mahasiswa, selain harus mengalahkan rasa malas dalam diri sendiri, juga harus menghadapi kemungkinan untuk tidak lulus bila tugas tersebut terlambat dikumpulkan. Ujian fisik karena tugas makalah puluhan halaman tersebut biasanya dikerjakan hanya di 2 bahkan 1 hari terakhir menjelang batas waktu pengumpulan. Akibatnya mahasiswa harus begadang semalaman.

Rental-rental komputer menjadi base camp mahasiswa karena selain dapat menampung jumlah anggota kelompok dengan jumlah komputer yang memadai, juga karena disanalah sumber-sumber tulisan, makalah hasil karya mahasiswa-mahasiswa terdahulu berkumpul. Permasalahannya, kita tidak tahu di komputer mana file yang sesuai dengan tugas kita berada. Alhasil, alih-alih begadang untuk “menulis”, mahasiswa lebih memilih begadang untuk mencari file di tiap-tiap komputer rental.

Masa-masa begadang di rental komputer sudah lewat, kini mayoritas mahasiswa sudah memiliki komputer dan akses internet sendiri. Kini mereka memiliki nara sumber lain yang jauh lebih handal dari sekedar komputer warnet.

Google…

Situs mesin pencari terbesar tersebut konon menjadi tempat favorit mahasiswa – dan juga dosen – untuk bertanya. We can ask everything, he knows all things…

Lebih dari itu, selain bisa menjawab apa saja, google juga bisa menyediakan beragam pilihan akses file yang dapat diunduh untuk kemudian dapat diolah kembali untuk keperluan tugas mahasiswa. Tidak heran bila kemudian muncul istilah sarjana Google karena hanya dengan bermodalkan internet dan google, seorang mahasiswa bisa mengerjakan tugas-tugas mata kuliah bahkan skripsi dan akhirnya menjadi sarjana. Pernah suatu ketika seorang mahasiswa di puji-puji oleh dosennya karena makalah buatan si mahasiswa sangat baik. Nilai besar pun diraih sang mahasiswa. Yang tidak diketahui oleh sang dosen, makalah tersebut sebetulnya diunduh secara gratis oleh mahasiswa dari internet. Pekerjaan terberat si mahasiswa sebenarnya hanyalah mengganti cover depan makalah tersebut 15 menit sebelum makalah tersebut dikumpulkan.

Di kampus UPI Bandung, Situs repository UPI Bandung yang berisikan skripsi, tesis dan disertasi UPI kini menjadi salah satu sumber “Skripsi” bagi mahasiswa. Coba saja anda googling dengan kata kunci “repository UPI”. Dengan segera anda akan dibawa kesitus surga file skripsi UPI. Pengelola situs menyatakan bahwa dokumen-dokumen tersebut hanya bisa dibaca tanpa bisa di print atau di copy-paste. Padahal dokumen-dokumen berbentuk pdf tersebut sangat mudah dikonversi menjadi file word dengan menggunakan program converter. Begitu file pdf tersebut berhasil di convert menjadi file word, maka file skripsi, tesis dan disertasi seluruh mahasiswa UPI bisa di print dan di copas dengan mudah.

Sarjana google bukan hanya sekedar anekdot atau lelucon semata. Sarjana google bukan hanya permasalahan semu. Fenomena sarjana google adalah realitas yang semakin menguat di era informasi sekarang. Tugas akademik menjadi sangat berat. Bukan karena kesulitan mencari sumber informasi, tapi justru karena terlalu mudah mencari informasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s