Tata Ruang Kampus UPI Bumi Siliwangi

Bulan ini saya mendapat kehormatan dengan bersedianya ibu Fitri Rahmafitria yang bersedia menjadi kontributor untuk blog saya ini. Posisi beliau sebagai ketua Prodi Manajemen Resort & Leisure yang memiliki kesibukan tinggi menjadi nilai tambah dari tulisan ini karena sebetulnya sangat sulit mendapatkan waktu luang beliau apalagi hanya untuk sekedar berbagi pengalaman melalui blog sederhana saya ini. Melalui tulisan beliau ini, mudah-mudahan anda bisa mendapatkan tambahan wawasan seperti halnya saya ketika membacanya.

—————————————————————————————————————————-

Tata Ruang Kampus UPI Bumi Siliwangi

Oleh : Fitri Rahmafitria

Sering sekali kita mengahadapi suatu waktu dimana pekerjaan dan kegiatan kita begitu menyita waktu, sehingga kita merasa waktu 24 jam dalam satu hari terasa kurang.  Bahkan akhir pekan pun yang seharusnya sebagai waktu untuk beristirahat, sering kita gunakan untuk menyelesaikan  pekerjaan kita.  Dalam konsep time budget (manajemen waktu) yang dikemukakan oleh Gold (1980),  disebutkan bahwa dalam 1 hari terdapat 3 penggunaan waktu yaitu 1) Subsistance time , waktu yang digunkan untuk melakukan kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, tidur, mandi. 2) Existance Time, yaitu waktu untuk melakukan kegiatan pekerjaan yang berhubungan dengan profesi kita, seperti bekerja atau belajar, dan 3) Leisure Time, yaitu waktu yang digunakan untuk  melakukan kegiatan diluar existance dan subsistance activity.  Secara teori dalam satu hari terdapat waktu yang disebut dengan waktu luang, yaitu waktu untuk melakukan kegiatan rekreasi.

                Kegiatan rekreasi sesungguhnya tidak melulu harus dilakukan pada tempat-tempat khusus seperti taman rekreasi atau kawasan wisata.  Disela-sela pekerjaan , semestinya kita dapat melakukan rekreasi.  Pada dasarnya rekreasi adalah aktivitas yang dapat mengembalikan kesegaran pikiran (refresh), setelah melakukan pekerjaan.  Membaca majalah, menonton televisi, mendengarkan musik atau sekedar bercengkrama dengan teman sudah termasuk kegiatan rekreasi.  Karena tujuan melakukan rekreasi adalah memperoleh kesegaran fikiran, maka rekreasi menjadi penting dilakukan, agar kualitas pekerjaan juga menjadi lebih baik.  Selain memerlukan waktu luang, rekreasi juga memerlukan tempat (space) untuk beraktivitas.  Tempat untuk melakukan kegiatan di waktu luang perlu disediakan disela-sela kesibukan kita di pekerjaan agar tidak terjadi konflik ruang akibat fungsi yang berbeda. Hasil studi kami terhadap mahasiswa FPIPS UPI menunjukkan bahwa 25 % dari total waktu luang dalam satu minggu, dihabiskan disekitar kampus, karena merupakan waktu disela kegiatan  belajar mengajar. Sehingga dalam penataan ruang, pertimbangan mengenai distribusi dan lama waktu luang harus dipertimbangkan.

                Khusus untuk lingkungan kampus kita, dengan pengguna terbesar adalah mahasiswa, pertimbangan time budget dalam menentukan penataan ruang kampus menjadi sangat penting.  Disela-sela kegiatan perkuliahan mereka, terdapat beberapa kategori waktu luang yang berbeda.  Jika diidentifikasi terdapat 3 jenis waktu luang disela kegiatan perkuliahan mereka, yaitu waktu luang yang pendek (1-2 jam), waktu luang  antara 2-4 jam dan  waktu luang yang panjang (>4 jam).   Kegiatan yang mereka lakukan dalam waktu luangnya ini bervariasi, ada yang berdiskusi, membaca, bercengkrama dengan teman, makan minum dan sebagainya.  Tempat untuk melakukan aktivitas waktu luang ini juga tidak bisa dipungkiri akan mereka lakukan disekitar gedung fakultas mereka, terutama untuk waktu luang yang pendek.  Sehingga jika fakultas tidak menyediakan tempat untuk aktivitas waktu luang mereka, maka  kegiatan ini akan dilakukan ditempat yang bukan semestinya seperti di lobby, entrance acess dan disekitar tangga yang tentunya sangat mengganggu ketertiban dan estetika lingkungan.

                Jika kita identifikasi gambaran panggunaan ruang untuk aktivitas waktu luang mahassiswa berdasarkan sebaran dan lamanya, terdiri dari 3 zona, yaitu :

 1. Zona waktu luang pendek.  Zona ini biasanya berada disekitar gedung fakultas.  Aktivitas waktu luangnya terdiri dari bersantai, makan dan minum.  Karena waktu luang yang pendek biasanya adalah waktu luang diantara mata kuliah, sehingga mahasiswa akan melakukannya disekitar fakultas.  Dari pengamatan ini maka fasilitas untuk makan minum dan bersantai perlu disediakan agar tidak dilakukan pada tempat yang bukan semestinya. Selain itu fasilitas untuk subsistance time seperti makan, minum, beribadah wajib disediakan disetiap fakultas.

 2. Zona waktu luang sedang. Zona ini berada disekitar kampus UPI Bumi Siliwangi.  Karena waktu luangnya berkisar antara 2 sampai 4 jam, maka mahasiswa dapat memanfaatkannya dengan aktivitas yang berada diluar gedung fakultasnya.  Beberapa tempat yang digunakan mahasiswa untuk kegiatan waktu luang sedang ini adalah mengunjungi perpustakaan dan warnet, PKM, taman Isola, dan masjid Al Furqon serta beberapa kantin diluar gedung fakultasnya.

3.  Zona waktu luang panjang.  Yaitu zona tempat mahasiswa memanfaatkan waktu luang yang lebih dari 4 jam.  Biasanya waktu luang panjang ini adalah waktu luang mingguan, yang mereka manfaatkan untuk kegiatan olah raga atau kegiatan kemahasiswaan.  Pilihan lokasinya adalah areal olah raga di sekitar gymnasium, plaza gedung Parter, mesjid Al Furqon dan PKM.

Pembagian zona ini menunjukkan bahwa kampus UPI Bumi Siliwangi telah memiliki ruang-ruang dengan aktivitas waktu luang yang berbeda.  Bahkan untuk aktivitas waktu luang mingguan, kampus UPI telah memiliki fasilitas olah raga yang cukup lengkap. Namun aspek yang perlu diperbaiki adalah ketersediaan ruang untuk aktivitas waktu luang yang pendek, yaitu ruang rekreasi disekitar fakultas.  Saat ini masih banyak ditemui aktivitas mahasiswa yang dilakukan ditempat yang bukan semestinya, seperti bersantai atau mengerjakan tugas di areal entrance acess atau duduk-duduk di tangga.  Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai tempat rekreasi mahasiswa perlu dioptimalkan disekitar gedung fakultas, karena selain berfungsi sebagai ruang rekreasi dan sosialisasi mahasiswa juga dapat berfungsi sebagai penambah nilai estetika lingkungan.  Selain itu juga berfungsi sebagai buffer zone yang membantu serapan air tanah, mensuplai O2, serta habitat satwa liar seperti burung dan beberapa mamalia.  Optimalisasi ruang terbuka hijau di kampus dapat meningkatkan kualitas visual dan lingkungan kampus, sekaligus mengurangi kekakuan lingkungan yang ditimbulkan oleh dominasi bangunan berstruktur masif.

Dari hasil studi ini, jelas bahwa setiap aktivitas manusia akan membutuhkan waktu dan ruang yang berbeda. Aktifitas rekreasi akan dilakukan pada waktu luang, dengan ruang  khusus yang dapat me-refresh pikiran dan raga.  Pengaturan ruang dibutuhkan agar setiap kegiatan dapat dilakukan pada tempat yang sesuai sehingga tidak terjadi konflik ruang yang dapat mengurangi kenyamanan dan keindahan lingkungan.   Melalui tulisan ini diharapkan pengembangan kampus akan mempertimbangkan aspek pengguna dan fungsi ruang, karena desain  yang   berhasil  adalah  desain  yang  nyaman  digunakan

oleh   penggunanya,  memiliki   nilai   estetika  dan   kuat   secarafungsi :  form must follow function

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s